2020年1月12日(日)インドネシア語検定に向けて!

寓話でインドネシア語 Vol.9 Hikayat Saijan dan Ikan Todak ~ Dongeng Kalimantan Selatan(おもてなしとメカジキの物語~南カリマンタンの寓話)

まずは動画を一度見て、大体の内容を確認しましょう。分からない単語は放置で良いです。その後に音声を流しながら文字お越しの文章を追います。分からない単語がチェックできた時点で、もう一度動画を観る⇒音声を流す作業をしてください。最後に音声を流して情景やストーリーをイメージできるようになるまで何度も繰り返しましょう。音声だけを聞いて分からない単語や表現がなくなったら次の動画を観ましょう。

 

文字起こし

Hikayat Saijan dan Ikan Todak ~ Dongeng Kalimantan Selatan

 

Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak ?

 

Kisah dari Daerah Kalimantan Selatan.Pulau Halimun adalah salah satu pulau yang terletak di perairan Kalimantan Selatan.

 

Pulau Halimun dikenal juga dengan nama pulau Laut.

 

Pulau Halimun masuk ke dalam wilayah Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Sebagaimana banyak pulau lainnya di Nusantara, pulau Halimun atau pulau Laut juga memiliki kisah mengenai asal-usulnya.

 

Bagaimana ceritanya?

 

Mari kita simak bersama dalam kisah berikut ini.

 

Pada suatu hari ada seorang sakti mandraguna yang bernama Datuk Mabrur.

 

Datuk Mabrur mempunyai keinginan memiliki sebuah pulau sebagai tempat bermukim bagi keturunannya kelak.

 

Untuk memenuhi keinginannya tersebut, Datuk Mabrur berdoa kepada Yang Maha Kuasa dengan cara bertapa di tengah laut.

 

Datuk Mabrur bertapa siang-malam.

 

Ketika siang hari cuaca sangat panas dan membuat tubuh Datuk Mabrur mandi keringat.

 

Pada malam hari cuaca berubah menjadi sangat dingin Tubuh Datuk Mabrur menggigil.

 

Namun demi mencapai keinginannya tidak sedikit pun Datuk Mabrur bergerak dari posisinya bertapa.

 

Beberapa bulan sejak bertapa, laut di sekitar Datuk Mabrur sering mengalami badai, dengan gelombang yang besar, hujan deras disertai angin dan petir menyambar ke sana-ke mari.

 

Meskipun berada di tengah badai,

 

Datuk Mabrur tidak sedikit pun bergerak dari tempatnya.Setelah badai mereda, tiba-tiba di permukaan laut muncul ribuan ikan todak di sekitar tempat Datuk Mabrur bertapa.

 

Ikan-ikan tersebut terlihat sangat marah kepada Datuk Mabrur.

 

Namun, Datuk Mabrur sepertinya tidak terganggu dengan keberadaan ribuan ikan todak tersebut dan melanjutkan bertapanya.

 

Ribuan ikan todak yang marah tersebut, tiba-tiba terbang menyerang Datuk Mabrur.

 

Anehnya tidak sedikit pun Datuk Mabrur bergerak dari tempat bertapanya.

 

Dia tetap tenang sambil duduk bersila dan memejamkan mata.

 

Sementara itu, seekor ikan todak yang berukuran paling besar menyaksikan ribuan ikan todak lainnya tidak mampu menyerang Datuk Mabrur.

 

Ikan todak yang paling besar tersebut pun sangat marah.

 

Setelah ribuan ikan todak tersebut gagal menyerang Datuk Mabrur, giliran ikan todak yang berukuran paling besar maju menyerang Datuk Mabrur.

 

Ikan todak yang paling besar tersebut mengeluarkan seluruh tenaganya dan terbang menyerang ke arah Datuk Mabrur.

 

Seperti sebelumnya, ikan todak tersebut terpental dan jatuh.

 

Datuk Mabrur membuka matanya dan melihat ikan todak yang sedang menggelepar kesakitan di depannya.

 

“Kamu ini kenapa?

 

Dan kenapa mengganggu bertapaku?”

 

“Hai, Petapa! Ketahuilah, semenjak engkau bertapa, laut yang biasanya tenang ini menjadi sering mengalami badai.

 

Kami yang biasanya hidup tenang menjadi terganggu karena kehadiranmu.”

 

“Kamu belum menyebutkan ikan jenis apa.”

 

“Kami ini ikan todak.

 

Masa petapa sakti sepertimu tidak tahu tentang ikan todak!”

 

“Maafkan aku.

 

Baru kali ini aku bertemu ikan seperti kalian.

 

Dan kamu pasti pemimpin dari ikan-ikan ini, ya?”

 

“Ya, benar sekali. Kamu boleh memanggilku dengan sebutan Raja Ikan Todak.

 

Tapi kamu ini sebenarnya siapa?

 

Apa sih tujuanmu bertapa di sini?”

 

“Hehehehehe. Namaku Datuk Mabrur.

 

Tujuanku bertapa di sini adalah untuk meminta kepada Yang Maha Kuasa agar memberiku sebuah pulau.”

 

“Apa?! Sebuah pulau?!

 

Ya ampun… untuk apa kamu meminta sebuah pulau?”

 

“Pulau tersebut akan kujadikan sebagai tempat tinggal untuk anak keturunanku kelak.”

 

“Hmm… sebuah pulau… Ah, dasar manusia memang sukanya merepotkan umat hewan.

 

Begini ya, petapa sakti, kami akan membuatkanmu sebuah pulau.

 

Tapi lihatlah, aku dan semua rakyatku terluka akibat perbuatanmu.

 

Sembuhkan kami semua dan sebuah pulau akan kami buatkan untukmu.

 

Apakah kamu setuju?”“Baiklah, aku setuju.”

 

Datuk Mabrur berdiri dan dengan tongkatnya menyembuhkan semua ikan todak yang terluka.

 

“Nah, sekarang tunggulah di sini.  Aku dan rakyatku akan membuatkanmu sebuah pulau. Sebagai raja dari umat ikan, aku akan memenuhi janjiku. Pantang bagi ikan untuk berdusta.”

 

Setelah berbicara kepada Datuk Mabrur, Raja Ikan Todak dan seluruh rakyatnya tiba-tiba menyelam ke dalam lautan.

 

Tinggalah Datuk Mabrur seorang diri, berdiri di atas permukaan laut yang tenang.

 

Datuk Mabrur sabar menunggu.

 

Raja Ikan Todak memenuhi janjinya.

 

Laut yang tenang menghembuskan angin sepoi-sepoi.

 

Perlahan-lahan angin sepoi-sepoi tersebut bertiup agak kencang dan semakin kencang.

 

Datuk Mabrur pun menjadi waspada dengan angin yang bertiup semakin kencang.

 

Datuk Mabrur yang berdiri di permukaan laut, dikejutkan oleh ombak yang bergemuruh.

 

Angin pun bertiup semakin kencang.

 

Permukaan laut di bawahnya tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan pusaran kencang.

 

Meskipun tidak terbawa oleh pusaran air laut tersebut, Datuk Mabrur tetap saja terkejut.

 

Pusaran air laut dan angin kencang tiba-tiba menghilang.

 

Sayup-sayup, Datuk Mabrur mendengar sebuah suara yang semakin lama semakin jelas terdengar.

 

“Sa… Saijaan… Sa… Saijaan… Saijaan…”

 

Suara tersebut ternyata berasal dari ribuan ikan todak.

 

Ketika suara semakin jelas terdengar, tiba-tiba hamparan tanah muncul ke permukaan laut di tempat Datuk Mabrur berdiri.

 

“Sa… Saijaan… Sa… Saijaan… Saijaan…”

 

Raja Ikan Todak pun memenuhi janjinya.

 

Sebuah pulau berhasil dibuat oleh Raja Ikan Todak beserta rakyatnya untuk Datuk Mabrur.

 

“Fiuhh… hah… hah… Nah, kami sudah memenuhi janji, sebuah pulau untukmu wahai petapa sakti.”

 

“Terima kasih banyak, Raja Ikan Todak. Aku dan keturunanku tidak akan melupakan jasamu beserta rakyatmu.”

 

“Sa-ijaan.”

 

“Sa-ijaan.”

 

Raja Ikan Todak pun kembali ke rumahnya di dasar lautan.

 

Datuk Mabrur berdiri dan melambaikan tangan tanda perpisahan.

 

Pulau tersebut kemudian dikenal dengan nama pulau Halimun dan kemudian dikenal lagi dengan nama pulau Laut karena muncul dari dasar lautan.

 

Sedangkan Sa-ijaan, apakah artinya?

 

Sa-ijaan berarti satu hati seiya-sekata atau semufakat.Kisah Datuk Mabrur dan ikan todak tersebut, kemudian hari menjadi ilham untuk lambang dan moto Kabupaten Kota Baru.

 

覚えたい重要単語

  • Hikayat: 物語・伝説
  • Saijan: おもてなし・出される食事
  • Kisah: 話
  • Perairan: 水域
  • Kabupaten: ~郡
  • Nusantara: 群島
  • Sakti mandraguna: 魔法の神聖
  • Bermukim: 住んでいる
  • Yang Maha Kuasa: 全能の方(神様の事)
  • Bertapa: 修行する
  • Menggigil: 震える
  • Posisinya: 彼の立場
  • Badai: 台風
  • Gelombang: 波
  • Hujan deras: 大雨
  • Petir: 雷
  • Menyambar: 打つ (雷が~)
  • Ke sana-ke mari: あっちこっち
  • Mereda: 止んでいる
  • Ribuan: 数千
  • Ikan todak: カジキ
  • Bersila: 胡坐
  • Memejamkan mata: 目を閉じる
  • Maju: 進む
  • Tenaga: 力
  • Terbang: 飛ぶ
  • Terpental: 跳ね返る
  • Menggelepar kesakitan: 痛みでひらひら
  • Petapa: 苦行者
  • Mengganggu: 邪魔をする
  • Jenis: 種類
  • Pemimpin: リーダー
  • Merepotkan: 迷惑をかける
  • Umat: 信者
  • Sembuhkan: 治す
  • Menghembuskan: 吐き出す
  • Angin sepoi-sepoi: そよ風
  • Waspada: 注意をする
  • Permukaan: 面
  • Pusaran: 渦
  • Sayup-sayup: かすかに
  • Hamparan: オーバーレイ
  • Melambaikan tangan: 手でさよならをする
  • Perpisahan: 送別
  • Dasar lautan: 海底
  • Seiya-sekata: 分かり合える
  • Semufakat: 同意し合える
  • Ilham: ひらめき、インスピレーション
  • Moto: モットー

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください