📅 2026.06.04 · Kamis
Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Indonesia yang Mendunia
中部ジャワ・ブロラ生まれの少年が、ブル島での14年拘禁を経て42以上の言語に翻訳される文豪へ——『Bumi Manusia』を生んだプラム(Pramoedya Ananta Toer)の不屈の創造。
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Di mana dan pada tanggal berapa Pramoedya Ananta Toer dilahirkan?
- Sebutkan empat novel yang termasuk dalam Tetralogi Buru!
- Mengapa karya-karya Pramoedya Ananta Toer dilarang beredar pada masa Orde Baru?
- Berapa lama Pramoedya ditahan setelah peristiwa G30S, dan berapa tahun di antaranya ia berada di Pulau Buru?
- Menurut Anda, mengapa karya sastra seperti novel penting bagi sebuah bangsa? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Pramoedya Ananta Toer: Sastrawan Indonesia yang Mendunia
Sebuah biografi singkat sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer dan Tetralogi Buru yang melegenda
Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu sastrawan Indonesia yang paling terkenal di dunia. Ia lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925 dengan nama lengkap Pramoedya Ananta Mastoer. Pram, demikian ia akrab disapa, merupakan anak sulung dari delapan bersaudara. Ayahnya seorang guru, sedangkan ibunya seorang pedagang nasi. Ia kemudian menghilangkan kata “Mas” dari namanya karena merasa awalan itu terlalu berkesan aristokratik. Sejak muda, Pram terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dan sempat ditahan pada tahun 1947 sampai 1949.
Cobaan yang lebih berat datang setelah peristiwa G30S pada 1965. Ia ditangkap tanpa proses pengadilan dan ditahan selama empat belas tahun, sepuluh tahun di antaranya di Pulau Buru, Maluku. Selama dalam tahanan, ia dilarang menulis. Meskipun demikian, ia tetap menyusun cerita dengan cara mendiktekannya secara lisan kepada sesama tahanan, sebelum akhirnya ditulis menjadi novel.
Karya monumentalnya adalah Tetralogi Buru yang terdiri atas empat novel, yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Tokoh utamanya, Minke, terinspirasi dari sosok Tirto Adhi Soerjo, yang dikenal sebagai Bapak Pers Nasional. Pada masa Orde Baru, karya-karya ini dilarang beredar karena dianggap bermuatan komunisme. Namun, di luar negeri, novel-novelnya justru diterjemahkan dan dibaca secara luas.
Sepanjang hidupnya, Pram menghasilkan lebih dari lima puluh karya yang diterjemahkan ke dalam lebih dari empat puluh dua bahasa. Pada 1995, ia menerima Penghargaan Ramon Magsaysay sebagai pengakuan dunia atas karya-karyanya. Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia di Jakarta pada 30 April 2006.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。







