2020年1月12日(日)インドネシア語検定に向けて!

寓話でインドネシア語 Vol.1 Si Panekuk Besar(大きなパンケーキ)

まずは動画を一度見て、大体の内容を確認しましょう。分からない単語は放置で良いです。その後に音声を流しながら文字お越しの文章を追います。分からない単語がチェックできた時点で、もう一度動画を観る⇒音声を流す作業をしてください。最後に音声を流して情景やストーリーをイメージできるようになるまで何度も繰り返しましょう。音声だけを聞いて分からない単語や表現がなくなったら次の動画を観ましょう。

 

文字起こし

Si Panekuk Besar

Di suatu negeri nun jauh di sana, ada seorang wanita tua hidup bersama ketiga anaknya.

 

Mereka semua baik hati dan suka menolong. Anak-anak amat suka berbagai makanan dari ibunya dan selalu memintanya membuat masakan lezat.

 

Suatu hari, si Wanita Tua meminta anak-anaknya membantu membuat kue panekuk besar. Mereka bertiga sama-sama senang dan mau membantu. Mereka semua sibuk bersiap membuat panekuk besar itu.

 

Dua dari mereka memecahkan telur, yang lain menakar susu, tepung, dan gula. Lalu mereka mencampur bahan-bahannya untuk membuat adonan panekuk. Setelah adonannya siap, mereka menuangkannya ke dalam wajan panggangan yang besar dan menaruhnya di atas api.

 

Setelah beberapa lama, si Wanita Tua meminta si Anak Laki-laki Sulung untuk membalik panekuknya. Jadi si Sulung melempar panekuk itu ke udara. Bukan jatuh kembali ke wajan, panekuk itu mendarat di meja.

 

Ia malah bangkit dan mulai berlari pergi. Terkejut, anak-anak itu melihat si Panekuk besar manis dan lezat itu menggelinding pergi.

 

Ketiganya mengejar panekuk itu.

 

“Berhenti kau, Panekuk! Kau kan makanan kami! Kami sudah lapar dan ingin memakanmu!”
“Aku terlalu cepat untuk kalian. Tangkap aku kalau bisa!”

 

Segera, panekuk itu menggelinding ke jalanan. Seorang pria tua melihat panekuk itu dan berkata, “Berhenti! Jangan cepat-cepat! Aku ingin memakanmu!”

 

Si Panekuk berkata, “Aku tidak berhenti untuk ketiga anak itu, dan aku tidak berhenti untukmu. Tangkap aku kalau bisa!” Dan ia menggelinding pergi.

 

Ia lalu tiba di taman, seekor kucing yang duduk di dinding juga melihat panekuk itu dan berkata,

 

“Kau tak bisa lolos dariku! Aku akan melahapmu begitu menangkapmu!” Sambil mengatakannya si Kucing melompat turun dari dinding.

 

Tapi si Panekuk berkata, “Aku lolos dari tiga anak kecil, lalu pria tua, dan kini aku akan lari darimu juga. Tangkap aku kalau bisa!”

 

Lalu Panekuk itu melintasi gerbang rumah terdekat. Seekor ayam jago yang bertengger di gerbang itu melihat si Panekuk dan berkokok, “Berhenti! Atau aku tidak akan menyisakanmu! Aku akan makan kau, Panekuk Besar!”

 

Panekuk itu bicara sambil menggelinding pergi. “Kau tidak boleh makan aku. Aku akan lari darimu juga! Aku sudah lolos dari tiga anak kecil, lalu aku lolos dari pria tua, bahkan kucing pun tidak bisa menangkapku. Aku terlalu cepat untukmu pula. Tangkap aku kalau bisa!”

 

Si Ayam Jago mengabaikan peringatan si Panekuk dan juga mulai mengejarnya.

 

Saat si Panekuk melewati kolam, seekor bebek melihatnya. Si Bebek juga ingin makan dia. Jadi ia mengejar Panekuk itu sambil berkata, “Berhenti! Aku lapar, dan kau wangi sekali. Aku ingin memakanmu! Kau tidak bisa lari dariku!” kata bebek itu.

Tapi si Panekuk berkata, “Aku tidak mau dimakan. Pertama aku lolos dari tiga anak kecil, lalu aku lolos dari pria tua, bahkan si Kucing dan si Ayam mencoba menangkapku. Dan kini aku akan lolos darimu pula. Tangkap aku kalau bisa!”

 

Tapi bebek itu terus berenang.

 

Dekat padang hijau ada seekor sapi. Saat panekuk besar itu sedang menggelinding di padang itu, si Sapi berseru,

 

“Berhenti, Panekuk Besar! Berhenti! Kau tampak lezat sekali. Aku ingin memakanmu!”

 

Tapi si Panekuk tertawa sambil berlari lebih cepat dan berkata, “Maaf, Bu! Aku tidak mau dimakan! Sebelum kau, tiga anak kecil, pria tua, kucing, ayam, dan bebek juga ingin memakanku. Kau juga silakan tangkap aku, kalau bisa. Tapi aku akan lolos darimu pula!”

 

Tapi si Sapi juga mengejar si Panekuk Besar.

 

Saat si Panekuk meluncur lewat hutan dan tiba di sungai, ada seekor serigala lapar duduk di tepian. Si Serigala melolong, “Berhentilah… jangan lari-lari begitu!”

 

“Tidak, Pak! Aku tidak ingin cepat dimakan. Jangan coba-coba mengejar. Kau tidak bisa menangkapku. Aku sudah lolos dari tiga anak kecil, dan seorang pria tua yang mencoba menangkapku. Seekor kucing dan ayam berusaha keras, tapi mereka juga gagal. Seekor bebek dan sapi juga mencoba, tapi mereka gagal pula. Aku yakin usahamu akan gagal.”

 

“Tapi aku tidak mau memakanmu. Aku ingin berteman denganmu.” kata serigala itu.

“Benarkah? Aku senang sekali.” kata si Panekuk. Ia berhenti dan menghampiri serigala itu.
“Ngomong-ngomong, aku tidak bisa berenang dan ingin menyeberangi sungai. Apa kau mau bantu?”
“Mengapa tidak. Aku akan senang mengangkutmu menyeberangi sungai. Kau tinggal panjat saja di moncongku.”

 

Kata si Serigala dengan amat polosnya.

Si Panekuk besar melakukan yang disuruh oleh serigala. Begitu si Panekuk ada di atas moncong serigala, ia dilempar tinggi-tinggi di udara, dan jatuh tepat ke dalam mulut si Serigala yang terbuka. Si Serigala melahapnya dan menjilat sisanya.

 

Sementara itu, si Sapi tiba di sungai, Si Bebek datang di belakang si Sapi, si Kucing dan ayam juga sampai di tempat. Seorang pria tua dan tiga anak kecil juga ikut dalam rombongan.

 

“Apa kau melihat ada kue panekuk lewat?” Mereka bertanya pada si Serigala.
“Panekuk?”
“Iya!”
“Apa itu besar?”
“Iya!”
“Apa itu coklat keemasan?”
“Iya! Iya! Iya! Ke mana dia pergi?” Mereka semua bertanya bersamaan.
“Ya, dia sangat lezat!” kata si Serigala sambil menjilat bibirnya.

 

-The End-

覚えたい重要単語

  • Panekuk: ホットケーキ
  • Suatu: ある
  • Negeri: 国
  • Nun: あそこ(遠いところ・場所にしか使わない)
  • Hidup: 生きる
  • Amat: とても
  • Lezat: 美味しい
  • Memecahkan: 何かを割る(Pecah: 割る、割れる、卵やガラスなどを「割る」場合に使う)
  • Menakar: 量る ※原型:Takar
  • Mencampur: 混ぜ合わせる (Campur: 混ぜる)
  • Adonan: 生地
  • Wajan: フライパン
  • Panggangan: グリル(Panggang: 焼く)
  • Anak laki-laki sulung: 長男
  • Membalik: 繰り返す(Balik: 戻る)
  • Melempar: 投げる(Lempar: 投げる)
  • Mendarat: 着陸する(Darat: 陸)
  • Bangkit: 立ち上がる
  • Terkejut: びっくりする
  • Menggelinding: 転がる(Gelinding: 転がる)
  • Mengejar: 追いつく(Kejar: 追いかける)
  • Lolos: 逃げ切る
  • Melahap: 「ガツガツ・むしゃぶりつくように」食べる(Makan dengan lahap: 美味しく食べている)
  • Melintasi: 横切る(Lintas: 交わる)
  • Ayam jago: 雄鶏
  • Gerbang: 門
  • Bertengger: 高い所に止まっている 原型:Tengger
  • Menyisakan: 残す(Sisa: 残り物)
  • Mengabaikan: 無視する(Abai: おろそかにする、軽視する)
  • Kolam: 池
  • Padang: 草原、原っぱ
  • Meluncur: 滑る(原型:Luncur)
  • Serigala: おおかみ
  • Berteman: 仲良くする(Teman: 友達)
  • Menghampiri: 接近する (原型:Hampir)
  • Ngomong-ngomong: ところで
  • Menyeberangi: 渡る (Seberang: )
  • Mengangkut: 運搬する(原型:Angkut)
  • Panjat: 登る
  • Moncong: 銃口
  • Tepat: きっちり
  • Menjilat: (Jilat: 舐める)
  • Coklat: 茶色
  • Keemasan: 黄金色 ※coklat keemasan(きつね色)

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください