\ 7/22・23開催!日本語・日本文化の祭典「CHISHIKI 2026」入場無料 /

Daily Japanesia|2026年6月7日 — Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Mendayung antara Dua Karang

📅 2026.06.07 · Minggu

Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Mendayung antara Dua Karang

1948年9月2日、副大統領モハマッド・ハッタが『二つの岩礁の間を漕ぐ』演説で示した『自主独立・積極』外交——KAA・GNB・ガルーダ部隊を貫く、インドネシアの不変の原則とは?

🎧 約3分8秒 🌍 外交・歴史 📰 Disadur dari Kompas.com
🎧

まずは音声を聞いてみよう

2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。

3:08
🔁 ×2 推奨
  1. Apa yang dimaksud dengan istilah “bebas” dan “aktif” dalam politik luar negeri Indonesia?
  2. Siapa yang pertama kali menggagas politik luar negeri bebas aktif, dan melalui pidato berjudul apa?
  3. Berapa jumlah negara yang menghadiri Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung?
  4. Sebutkan lima tokoh pendiri Gerakan Non-Blok!
  5. Menurut Anda, mengapa prinsip politik luar negeri bebas aktif masih penting bagi Indonesia pada masa kini? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!

Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Mendayung antara Dua Karang

Sebuah laporan tentang prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia, dari pidato Hatta 1948 hingga Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non-Blok, dan Kontingen Garuda
Politik luar negeri bebas aktif merupakan prinsip dasar Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain. Kata “bebas” berarti Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan dunia, sedangkan “aktif” berarti Indonesia turut berperan menjaga perdamaian dunia. Gagasan ini pertama kali ditegaskan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta melalui pidato berjudul “Mendayung antara Dua Karang” di hadapan Komite Nasional Indonesia Pusat pada 2 September 1948.
Pidato itu lahir di tengah Perang Dingin seusai Perang Dunia II, ketika dunia terbelah menjadi dua kubu. Blok Barat dipimpin Amerika Serikat dengan paham liberal-kapitalis, sementara Blok Timur dipimpin Uni Soviet yang berhaluan komunis. Hatta menegaskan bahwa Indonesia harus bebas menentukan sikapnya sendiri demi kepentingan nasional. Landasan kebijakan ini tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat dan dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.
Prinsip bebas aktif diwujudkan dalam sejumlah peran nyata di panggung internasional. Pada 18 sampai 24 April 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka, Bandung, yang dihadiri 29 negara dan menghasilkan sepuluh prinsip yang dikenal sebagai Dasasila Bandung. Enam tahun kemudian, Presiden Soekarno menjadi salah satu dari lima tokoh pendiri Gerakan Non-Blok bersama Josip Broz Tito dari Yugoslavia, Jawaharlal Nehru dari India, Gamal Abdel Nasser dari Mesir, dan Kwame Nkrumah dari Ghana. Konferensi Tingkat Tinggi pertama gerakan itu berlangsung di Beograd pada 1 sampai 6 September 1961 dan diikuti 25 negara.
Wujud lain dari peran aktif Indonesia adalah pengiriman pasukan perdamaian. Sejak 1957, Indonesia mengirim Kontingen Garuda untuk membantu misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontingen Garuda I yang berkekuatan 559 personel diberangkatkan ke Mesir pada 8 Januari 1957 sebagai bagian dari Pasukan Darurat PBB di Sinai. Hingga kini, prinsip bebas aktif tetap menjadi pedoman Indonesia dalam ikut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
💡
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。
ここから先はJLC会員限定公開となります。
ご覧いただくにはパスワードが必要です。
パスワードはJLC限定FBグループの今月のzoomパスワードと同様です。
会員の方はJLCのFBグループをご確認ください。

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください

\もっとインドネシアを知りたいひとはこちら/

メルマガやSNSでは、インドネシア語学習に役立つ最新情報やコンテンツをお届け!是非チェックしてみてくださいね。