\ 無料であなたのレベルを診断!/

Daily Japanesia|2026年6月6日 — Subak: Sistem Irigasi Tradisional Bali dan Warisan Dunia UNESCO

📅 2026.06.06 · Sabtu

Subak: Sistem Irigasi Tradisional Bali dan Warisan Dunia UNESCO

9世紀から続くバリの灌漑組織『Subak』——Tri Hita Karana(三幸源)の哲学を体現し、2012年にUNESCO世界遺産に。年1,000ヘクタール失われる水田と、それでも残り続ける共同体の知恵。

🎧 約2分33秒 🌍 文化遺産・農業 📰 Disadur dari Kompas.com
🎧

まずは音声を聞いてみよう

2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。

2:33
🔁 ×2 推奨
  1. Apa yang dimaksud dengan subak?
  2. Sebutkan tiga unsur dalam filosofi Tri Hita Karana!
  3. Pada tanggal berapa subak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO?
  4. Mengapa luas sawah di Bali terus berkurang setiap tahun?
  5. Menurut Anda, apa yang dapat dilakukan generasi muda untuk melestarikan subak sebagai warisan budaya? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!

Subak: Sistem Irigasi Tradisional Bali dan Warisan Dunia UNESCO

Sebuah laporan tentang subak, sistem irigasi tradisional Bali yang menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2012
Subak adalah sistem pengairan sawah tradisional yang telah hidup di Bali selama ratusan tahun. Subak bukan sekadar saluran air, melainkan organisasi petani yang mengatur pembagian air secara adil dan merata. Setiap subak dipimpin oleh seorang pemuka adat yang disebut pekaseh. Kegiatan bercocok tanam padi di Bali diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 882 Masehi, sedangkan kata “subak” pertama kali tercatat dalam Prasasti Pandak Bandung yang berangka tahun 1072 Masehi. Para ahli memperkirakan sistem ini mulai berkembang sejak abad ke-9.
Keberadaan subak merupakan perwujudan filosofi Tri Hita Karana, yaitu ajaran tentang tiga sumber kebahagiaan. Filosofi ini mencakup hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan manusia dengan sesama (Pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (Palemahan). Karena itu, di sekitar area persawahan biasanya dibangun pura, seperti Pura Ulun Carik, sebagai tempat memuja Dewi Sri, dewi kesuburan. Melalui musyawarah antaranggota, air dibagi sehingga setiap petak sawah memperoleh haknya secara seimbang.
Pada 29 Juni 2012, subak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia di Saint Petersburg, Rusia. Kawasan yang diakui mencakup area irigasi seluas sekitar 20.000 hektar yang tersebar di lima kabupaten. Salah satu yang paling terkenal adalah Subak Jatiluwih, penghasil beras merah unggulan. Di Jatiluwih, petani terbagi menjadi tujuh tempekan dengan jumlah anggota sekitar 254 orang.
Kini subak menghadapi ancaman alih fungsi lahan. Luas sawah di Bali menyusut sekitar 1.000 hektar setiap tahun karena diubah menjadi permukiman, vila, dan bangunan pariwisata. Melestarikan subak berarti menjaga ketahanan pangan sekaligus warisan budaya bangsa.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
💡
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。
ここから先はJLC会員限定公開となります。
ご覧いただくにはパスワードが必要です。
パスワードはJLC限定FBグループの今月のzoomパスワードと同様です。
会員の方はJLCのFBグループをご確認ください。

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください

\もっとインドネシアを知りたいひとはこちら/

メルマガやSNSでは、インドネシア語学習に役立つ最新情報やコンテンツをお届け!是非チェックしてみてくださいね。