Pelindungan Bahasa Daerah: 718 言語、Badan Bahasa 6 status、22 Februari 2022 の Revitalisasi 政策
Sabang から Merauke までの 718 言語、6 段階の存続度分類(aman → punah)、絶滅の三大要因、そして 2022.2.22 に発足した Revitalisasi Bahasa Daerah の全体像
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan bahasa terbesar di dunia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan mencatat sedikitnya 718 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahasa daerah adalah bahasa ibu yang menjadi penanda identitas dan warisan budaya suatu masyarakat. Sayangnya, daya hidup sebagian besar bahasa itu kini menurun. Untuk mengatasinya, pemerintah menggiatkan revitalisasi, yaitu usaha meningkatkan vitalitas atau daya hidup suatu bahasa melalui pengembangan, pelindungan, serta pembinaan penuturnya.
Berdasarkan tingkat kebertahanannya, Badan Bahasa mengategorikan bahasa daerah ke dalam enam status, yakni aman, stabil tetapi terancam punah, mengalami kemunduran, terancam punah, kritis, dan punah. Menurut Statistik Kebahasaan dan Kesastraan tahun 2021, sebanyak 25 bahasa daerah berstatus terancam punah dan 11 bahasa di antaranya bahkan telah dinyatakan punah. Kondisi serupa terjadi secara global. UNESCO memperkirakan sekitar 2.500 bahasa di dunia terancam punah dan kurang lebih 200 bahasa telah hilang dalam 30 tahun terakhir.
Kepunahan bahasa daerah disebabkan oleh beberapa hal. Faktor utamanya adalah sikap abai para penuturnya, terutama orang tua yang tidak lagi mewariskan bahasa ibu kepada anak. Urbanisasi serta dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam pergaulan sehari-hari turut mempercepat berkurangnya jumlah penutur muda.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Pendidikan meluncurkan program Revitalisasi Bahasa Daerah melalui Merdeka Belajar Episode Ke-17 pada 22 Februari 2022. Program ini mendorong pembelajaran bahasa daerah yang menyenangkan agar generasi muda kembali bangga menggunakannya. Penghargaan terhadap bahasa juga menguat sejak bahasa Indonesia ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi sidang umum UNESCO pada tahun 2023.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com