📅 2026.07.05 · Minggu
KONFERENSI ASIA-AFRIKA DAN DASASILA BANDUNG
今日のテーマ:アジア・アフリカ会議(KAA)——1955年4月18〜24日、Bandung の Gedung Merdeka で開催。29か国が参加し、提唱5か国(Indonesia・India・Pakistan・Sri Lanka・Myanmar)、Konferensi Kolombo/Panca Negara、Perang Dingin(冷戦)、Dasasila Bandung(バンドン十原則)、Gerakan Non-Blok(非同盟運動)へと連なる、アジア・アフリカ連帯の礎。
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa nama kesepakatan yang menjadi hasil paling penting dari Konferensi Asia-Afrika 1955?
- Sebutkan lima negara yang menjadi pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika!
- Siapa yang memimpin jalannya persidangan Konferensi Asia-Afrika sebagai ketua konferensi?
- Berapa jumlah negara yang menghadiri Konferensi Asia-Afrika di Bandung?
- Menurut Anda, mengapa semangat Konferensi Asia-Afrika masih penting bagi hubungan antarbangsa pada masa kini? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
KONFERENSI ASIA-AFRIKA DAN DASASILA BANDUNG
アジア・アフリカ会議とバンドン十原則
Konferensi Asia-Afrika, yang biasa disingkat KAA, merupakan pertemuan tingkat tinggi antarnegara Asia dan Afrika yang berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 18 sampai 24 April 1955. Konferensi bersejarah ini dihadiri oleh perwakilan dari 29 negara yang sebagian besar baru saja merdeka atau masih memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajahan. Pertemuan digelar di Gedung Merdeka, bangunan yang sebelumnya bernama Gedung Societeit Concordia dan diganti namanya oleh Presiden Sukarno pada 7 April 1955.
Gagasan menyelenggarakan konferensi ini lahir dari lima negara pemrakarsa, yakni Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Myanmar. Kelima negara tersebut sebelumnya bertemu dalam Konferensi Kolombo dan melanjutkan pembahasan dalam Konferensi Panca Negara di Bogor pada 28 hingga 29 Desember 1954. Indonesia berperan sebagai tuan rumah sekaligus pemrakarsa utama. Sidang pembukaan pada pukul 09.00 diawali dengan pidato Presiden Sukarno, sementara jalannya persidangan dipimpin oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo sebagai ketua konferensi.
Konferensi Asia-Afrika berlangsung pada masa Perang Dingin, yaitu persaingan tajam antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Negara-negara peserta sepakat menolak segala bentuk penjajahan dan berupaya menjaga perdamaian dunia. Hasil paling penting dari konferensi ini adalah Dasasila Bandung, yaitu sepuluh prinsip yang menjadi pedoman hubungan antarbangsa. Beberapa prinsip pokoknya ialah menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara, mengakui persamaan semua ras serta bangsa besar maupun kecil, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan menyelesaikan setiap perselisihan secara damai.
Semangat Dasasila Bandung kemudian menjadi salah satu landasan lahirnya Gerakan Non-Blok, yaitu perhimpunan negara yang memilih tidak memihak salah satu blok kekuatan besar. Hingga kini, Konferensi Asia-Afrika dikenang sebagai tonggak solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。








