📅 2026.06.17 · Rabu
Swasembada Beras di Indonesia: 1984年 Revolusi Hijau から 2026年 Prabowo 政権の再達成まで
1984年スハルト政権下で初達成(FAO 1985年表彰、27 juta ton 生産・10万トン aid 寄付)/2025年 Prabowo 政権下で再達成(34.6 juta ton/padi 60.21 juta ton GKG/+13.29%)/2026年中盤 cadangan 5.37 juta ton——史上最高値。インドネシアが歴史上3度目の swasembada beras に到達するまでを Panca Usaha Tani 完全版で読み解く。
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa yang dimaksud dengan swasembada beras menurut definisi FAO?
- Sebutkan lima komponen dalam Panca Usaha Tani!
- Pada tahun berapa Indonesia pertama kali mencapai swasembada beras, dan siapa presiden yang memimpin saat itu?
- Berapa jumlah produksi beras nasional Indonesia pada tahun 2025?
- Menurut Anda, mengapa swasembada beras penting bagi sebuah negara? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Swasembada Beras di Indonesia: 1984年 Revolusi Hijau から 2026年 Prabowo 政権の再達成まで
FAO の swasembada 定義から、Soeharto 時代の Panca Usaha Tani、そして Prabowo 政権下 2025-2026 年の 34,6 juta ton/5,37 juta ton 史上最高備蓄まで
Swasembada beras adalah kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan beras rakyatnya dari hasil produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Menurut definisi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO, sebuah negara dianggap swasembada apabila mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dengan jumlah impor maksimum sepuluh persen dari total kebutuhan. Sebagai negara dengan beras sebagai makanan pokok mayoritas penduduk, swasembada beras menjadi bagian penting dari ketahanan pangan nasional sekaligus simbol kedaulatan bangsa.
Indonesia pertama kali mencapai swasembada beras pada tahun 1984, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Keberhasilan itu diraih melalui program Revolusi Hijau yang menerapkan Panca Usaha Tani, yaitu lima upaya peningkatan hasil pertanian. Lima komponen tersebut adalah penggunaan benih unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan berimbang, pengairan atau irigasi yang teratur, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Atas pencapaian itu, Indonesia menerima penghargaan dari FAO pada tahun 1985. Pada masa itu produksi beras mencapai sekitar 27 juta ton, sementara konsumsi nasional sebesar 25 juta ton, sehingga Indonesia bahkan menyumbang 100.000 ton beras untuk korban kelaparan di beberapa negara Afrika.
Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia kembali mencapai swasembada beras. Produksi beras nasional pada tahun 2025 tercatat sebesar 34,6 juta ton, naik sekitar 4 juta ton dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 30,6 juta ton. Produksi padi pun mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, atau naik 13,29 persen. Hingga pertengahan tahun 2026, cadangan beras pemerintah menembus 5,37 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan demikian, Indonesia telah tercatat tiga kali mencapai swasembada beras sejak tahun 1984.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。








