📅 2026.06.12 · Jumat
Disinformasi di Era Digital: Hoaks dan Literasi Digital Indonesia
5年で12,547件の hoaks——健康分野が2,357件で最多。ネット利用率66.5%・1日7時間28分の一方、デジタルリテラシー指数は5点満点で3.65。UU ITE と教育、どちらが鍵か?
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa yang dimaksud dengan disinformasi dan apa bedanya dengan misinformasi?
- Sebutkan ciri-ciri konten hoaks yang disampaikan dalam bacaan!
- Berapa jumlah konten hoaks yang ditemukan Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Agustus 2018 hingga Desember 2023, dan kategori apa yang paling banyak?
- Mengapa masyarakat Indonesia dianggap rentan terhadap penyebaran hoaks?
- Menurut Anda, apa cara paling efektif untuk melawan penyebaran disinformasi di media sosial? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Disinformasi di Era Digital: Hoaks dan Literasi Digital Indonesia
Hoaks (disinformasi/misinformasi/malinformasi) di Indonesia: data Kominfo, literasi digital, dan UU ITE Pasal 45A
Disinformasi adalah informasi palsu yang dibuat dan disebarkan secara sengaja untuk menyesatkan dan membingungkan publik. Disinformasi berbeda dengan misinformasi, yaitu informasi keliru yang disebarkan oleh orang yang percaya bahwa informasi itu benar, tanpa niat menyesatkan. Selain itu, dikenal pula istilah malinformasi, yaitu informasi yang sebenarnya asli, tetapi disalahgunakan untuk merugikan pihak tertentu demi kepentingan ekonomi atau politik. Di Indonesia, ketiga jenis informasi keliru ini populer disebut hoaks.
Penyebaran hoaks di Indonesia tergolong masif. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sedikitnya 12.547 konten hoaks beredar sejak Agustus 2018 hingga Desember 2023. Kategori kesehatan menempati urutan teratas dengan 2.357 konten, terutama akibat pandemi Covid-19, disusul hoaks seputar partai politik dan pemilu sebanyak 1.628 konten. Selama pandemi, sejak Januari 2020 hingga November 2021, ditemukan 1.999 isu hoaks Covid-19 yang tersebar pada 5.162 unggahan media sosial, dan Facebook menjadi platform penyebaran terbanyak dengan 4.463 unggahan.
Masyarakat Indonesia rentan terhadap hoaks karena tingginya penggunaan internet tidak diimbangi kemampuan memilah informasi. Sebanyak 66,5 persen penduduk telah menggunakan internet dengan durasi rata-rata tujuh jam dua puluh delapan menit per hari, peringkat ke-14 di dunia, tetapi indeks literasi digital Indonesia baru mencapai 3,65 dari skala 5. Hoaks umumnya dapat dikenali dari judul yang heboh, berlebihan, dan provokatif, sering diakhiri tanda seru, tidak didukung bukti, serta mencatut nama lembaga atau figur publik.
Untuk menanggulangi disinformasi, pemerintah menerapkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 45A undang-undang tersebut mengancam penyebar berita bohong dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah. Selain penegakan hukum, peningkatan literasi digital dan kebiasaan memeriksa fakta sebelum membagikan informasi dinilai sebagai kunci utama melawan hoaks.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。







