📅 2026.07.02 · Kamis
ANGKATAN PUJANGGA BARU
今日のテーマ:プジャンガ・バル世代——Poedjangga Baroe(1933年7月)を拠点に、Sutan Takdir Alisjahbana・Amir Hamzah・Armijn Paneら若手文学者が主導した近代化文学運動と、1935年のLayar TerkembangやPolemik Kebudayaanを学ぶ。
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa nama majalah yang menjadi asal nama angkatan Pujangga Baru?
- Sebutkan tiga tokoh yang mempelopori penerbitan majalah tersebut!
- Mengapa angkatan Pujangga Baru muncul sebagai reaksi terhadap Balai Pustaka?
- Pada tahun berapa roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana terbit?
- Menurut Anda, mengapa peran majalah sastra penting bagi perkembangan bahasa dan kebudayaan suatu bangsa? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Pujangga Baru:Poedjangga Baroe(1933年7月創刊)と近代インドネシア文学運動の全体像
今日のテーマ:プジャンガ・バル世代——Poedjangga Baroe(1933年7月)を拠点に、Sutan Takdir Alisjahbana・Amir Hamzah・Armijn Paneら若手文学者が主導した近代化文学運動と、1935年のLayar TerkembangやPolemik Kebudayaanを学ぶ。
Pujangga Baru merupakan salah satu angkatan penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Nama angkatan ini diambil dari majalah Poedjangga Baroe yang pertama kali terbit pada bulan Juli 1933. Majalah tersebut dipelopori oleh tiga sastrawan muda, yaitu Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane. Angkatan ini lahir setelah masa Balai Pustaka dan muncul sebagai reaksi terhadap sensor yang ketat, terutama terhadap karya yang mengandung semangat nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.
Tujuan utama majalah ini adalah menggerakkan modernisme sastra dengan menghimpun penulis dari seluruh penjuru Nusantara. Melalui majalah tersebut lahir berbagai karya dalam bentuk sajak, cerpen, roman, dan drama. Beberapa karya yang terkenal antara lain roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana tahun 1936, roman Belenggu karya Armijn Pane tahun 1940, serta kumpulan sajak Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah tahun 1937. Karena keindahan sajaknya, Amir Hamzah dijuluki Raja Penyair Pujangga Baru.
Pada tahun 1935 muncul perdebatan budaya yang dikenal sebagai Polemik Kebudayaan. Perdebatan ini membahas arah kebudayaan bangsa Indonesia pada masa depan. Para sastrawan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, yaitu “seni untuk seni”, dipimpin oleh Sanusi Pane dan Amir Hamzah, sedangkan kelompok kedua, “seni untuk masyarakat”, dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, dan Rustam Effendi. Sutan Takdir berpendapat bahwa bangsa Indonesia harus terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi modern tanpa kehilangan jati diri.
Majalah Poedjangga Baroe terbit hingga bulan Februari 1942 dan sempat terbit kembali pada tahun 1948 sampai 1953. Selain itu, Sutan Takdir Alisjahbana menulis Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia pada tahun 1936 yang masih digunakan sampai sekarang. Atas jasanya bagi bahasa dan sastra Indonesia, namanya kini diusulkan menjadi pahlawan nasional.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。








