\ インドネシアの学生と行く!7月ジャカルタツアー参加者募集中/

Daily Japanesia|2026年6月29日 — Situs Sangiran, Jendela Evolusi Manusia Purba: 59.21 km²/5,921 ha、Koenigswald の100体(世界50%・国内60%)、UNESCO 593(1996)

📅 2026.06.29 · Senin

Situs Sangiran, Jendela Evolusi Manusia Purba: 59.21 km²/5,921 ha、Koenigswald の100体(世界50%・国内60%)、UNESCO 593(1996)

中部ジャワ Sragen + Karanganyar の **59.21 km²/5,921 ha**——200 万年超の人類進化が地層に刻まれた「天然の実験室」。**1932 年 L.J.C. van Es の peta geologi** に基づく調査開始、**Koenigswald が 1936-1941 年に Homo erectus 約 100 体**=**世界の発見化石の50%・インドネシアの 60%**。**fauna 化石 30,000 以上**(一部は 2.4 juta tahun)。**5 klaster + museum**。**UNESCO 593 (1996) The Sangiran Early Man Site**。

🎧 約2分25秒 🌍 考古学・人類進化 📰 Disadur dari Kompas.com
🎧

まずは音声を聞いてみよう

2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。

2:25
🔁 ×2 推奨
  1. Apa yang dimaksud dengan Situs Sangiran?
  2. Siapa tokoh yang menemukan fosil Homo erectus di Situs Sangiran dan dari negara mana ia berasal?
  3. Berapa persen temuan fosil Homo erectus di Sangiran jika dibandingkan dengan temuan di seluruh dunia?
  4. Mengapa Situs Sangiran dianggap penting bagi ilmu pengetahuan?
  5. Menurut Anda, apa yang sebaiknya dilakukan agar situs warisan dunia seperti Sangiran tetap terjaga? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!

Situs Sangiran, Jendela Evolusi Manusia Purba: 59.21 km²/5,921 ha、Koenigswald の100体(世界50%・国内60%)、UNESCO 593(1996)

1932 van Es の地質図に始まり、Koenigswald が 1936-1941 に Homo erectus 約100体を発見——世界の50%・国内60%。30,000 を超える動物化石、5 klaster の museum 完備、UNESCO 593 (1996)

Situs Sangiran adalah kawasan arkeologi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya membentang di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Luas kawasannya mencapai 59,21 kilometer persegi atau sekitar 5.921 hektare. Sangiran dikenal sebagai salah satu situs manusia purba terpenting di dunia karena lapisan tanahnya merekam jejak kehidupan dan evolusi manusia selama lebih dari dua juta tahun. Karena nilai ilmiahnya yang luar biasa, UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1996 dengan nomor 593 dan nama resmi “The Sangiran Early Man Site”.
Penelitian di kawasan ini dimulai pada tahun 1932 dengan berpedoman pada peta geologi yang dibuat oleh L.J.C. van Es. Penggalian kemudian dilanjutkan oleh seorang paleoantropolog asal Belanda bernama GHR von Koenigswald. Antara tahun 1936 hingga 1941, ia menemukan sekitar seratus fosil manusia purba jenis Homo erectus. Jumlah itu setara dengan 50 persen temuan fosil Homo erectus di seluruh dunia dan 60 persen temuan di Indonesia.
Selain fosil manusia, di Sangiran juga ditemukan lebih dari 30.000 fosil fauna, sebagian di antaranya berumur sekitar 2,4 juta tahun. Untuk memudahkan pengamatan, kawasan ini dibagi menjadi lima klaster yang dilengkapi museum. Dengan kekayaan tersebut, Sangiran menjadi laboratorium alam yang penting bagi dunia pendidikan, penelitian, sekaligus tujuan wisata sejarah.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
💡
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。
ここから先はJLC会員限定公開となります。
ご覧いただくにはパスワードが必要です。
パスワードはJLC限定FBグループの今月のzoomパスワードと同様です。
会員の方はJLCのFBグループをご確認ください。

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください

\もっとインドネシアを知りたいひとはこちら/

メルマガやSNSでは、インドネシア語学習に役立つ最新情報やコンテンツをお届け!是非チェックしてみてくださいね。