\ インドネシアの学生と行く!7月ジャカルタツアー参加者募集中/

Daily Japanesia|2026年6月23日 — Situs Sangiran: UNESCO No.593(1996)/Homo erectus 100体超/Koenigswald の S1 化石

📅 2026.06.23 · Selasa

Situs Sangiran: UNESCO No.593(1996)/Homo erectus 100体超/Koenigswald の S1 化石

中部ジャワ州 Sragen と Karanganyar にまたがる **約56km²** の「天然の実験場」——1934 年 Von Koenigswald の paleolitik 石器、1936 年に住民が手渡した **S1(Sangiran 1)下顎骨化石**。これまでに **100 体超の Homo erectus**(世界の hominid 化石の約半数)を産出。1996 年 UNESCO 世界遺産 No.593「The Sangiran Early Man Site」。arkeologi と paleoantropologi の聖地。

🎧 約2分52秒 🌍 考古学・古人類学 📰 Disadur dari Kompas.com
🎧

まずは音声を聞いてみよう

2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。

2:52
🔁 ×2 推奨
  1. Apa nama jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Situs Sangiran?
  2. Sebutkan dua kabupaten tempat Situs Sangiran berada!
  3. Apa yang ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran pada tahun 1934?
  4. Pada tahun berapa UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia, dan berapa nomor penetapannya?
  5. Menurut Anda, mengapa kita perlu menjaga dan melestarikan situs sejarah seperti Sangiran? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!

Situs Sangiran: UNESCO No.593(1996)/Homo erectus 100体超/Koenigswald の S1 化石

世界の hominid 化石の半数を産出した「自然の実験室」——Koenigswald の S1 から100体超の Homo erectus まで、Sangiran がインドネシアと世界の考古学・古人類学にもたらすもの

Situs Sangiran adalah situs manusia purba yang dianggap sebagai salah satu yang terbesar dan terpenting di dunia. Situs ini terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya membentang di dua wilayah, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, sekitar lima belas kilometer di sebelah utara Kota Solo. Kawasan ini memiliki luas kurang lebih lima puluh enam kilometer persegi dan terbagi menjadi lima klaster. Karena kekayaan temuannya, UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site.
Penelitian ilmiah di Sangiran dimulai oleh seorang peneliti Belanda bernama Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald. Pada tahun 1934, ia menemukan alat-alat batu paleolitik yang merupakan hasil budaya manusia purba. Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1936, penduduk setempat menyerahkan sebuah fosil rahang bawah manusia purba kepada Koenigswald. Fosil itu menjadi penemuan fosil manusia purba pertama di Sangiran dan kemudian diberi kode S1 atau Sangiran 1. Sejak saat itu, penggalian terus berlanjut hingga ditemukan berbagai fosil Homo erectus, yaitu jenis manusia purba yang sudah berjalan tegak.
Hingga kini, di Sangiran telah ditemukan lebih dari seratus individu fosil Homo erectus. Jumlah ini menjadikan Sangiran sebagai salah satu penyumbang fosil Homo erectus terbanyak di seluruh dunia. Bahkan, UNESCO menyebutkan bahwa fosil yang ditemukan di Sangiran merupakan setengah dari jumlah fosil hominid yang diketahui di dunia. Selain fosil manusia, penggalian juga menghasilkan perkakas batu, fosil binatang purba, dan berbagai artefak yang berusia jutaan tahun.
Oleh sebab itu, Sangiran tidak hanya penting untuk meneliti evolusi manusia, tetapi juga untuk mempelajari evolusi fauna dan perkembangan budaya pada masa prasejarah. Temuan-temuan yang sangat lengkap ini menjadikan Sangiran sebagai laboratorium alam yang tidak ternilai harganya bagi ilmu pengetahuan, khususnya bidang arkeologi dan paleoantropologi.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
💡
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。
ここから先はJLC会員限定公開となります。
ご覧いただくにはパスワードが必要です。
パスワードはJLC限定FBグループの今月のzoomパスワードと同様です。
会員の方はJLCのFBグループをご確認ください。

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です

このサイトはスパムを低減するために Akismet を使っています。コメントデータの処理方法の詳細はこちらをご覧ください

\もっとインドネシアを知りたいひとはこちら/

メルマガやSNSでは、インドネシア語学習に役立つ最新情報やコンテンツをお届け!是非チェックしてみてくださいね。