📅 2026.06.18 · Kamis
Tari Saman dari Dataran Tinggi Gayo: UNESCO 2011, Syekh Saman, dan Empat Ragam Gerak Khas
アチェ州ガヨ高原(Dataran Tinggi Gayo)のスーフィー学者 Syekh Muhammad as-Samman が16世紀に発展させた dakwah の手段——2011年11月24日バリ会議で UNESCO 無形文化遺産に登録。奇数最少7名の男性が膝立ち1列、楽器なし、声と胸・腿・手の打音だけで guncang/kirep/lingang/surang-saring を刻む。
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa nama dataran tinggi dan provinsi yang menjadi asal Tari Saman?
- Sebutkan empat ragam gerak khas dalam Tari Saman!
- Mengapa Syekh Muhammad as-Samman menambahkan syair-syair ke dalam Tari Saman?
- Pada tahun berapa Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, dan berapa jumlah paling sedikit penarinya?
- Menurut Anda, mengapa penting melestarikan tarian tradisional seperti Tari Saman di tengah arus budaya modern? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Tari Saman dari Dataran Tinggi Gayo: UNESCO 2011, Syekh Saman, dan Empat Ragam Gerak Khas
Syekh Muhammad as-Samman の dakwah から UNESCO 2011 の Warisan Budaya Takbenda まで——楽器なしで guncang・kirep・lingang・surang-saring を刻む祈りの舞踊
Tari Saman adalah tarian tradisional masyarakat suku Gayo yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Provinsi Aceh. Tarian ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang paling terkenal di dunia. Sejak 24 November 2011, Tari Saman ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda yang berlangsung di Bali.
Menurut sejarahnya, Tari Saman dikembangkan oleh seorang ulama tasawuf bernama Syekh Muhammad as-Samman pada sekitar abad ke-16 Masehi. Nama “Saman” diambil dari nama ulama tersebut. Pada mulanya, tarian ini digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Gayo. Syekh Saman kemudian menambahkan syair-syair yang mampu menumbuhkan semangat juang masyarakat, karena pada masa itu Aceh sedang mengalami peperangan.
Tari Saman ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat masyarakat Gayo. Para penarinya umumnya adalah laki-laki muda yang duduk bersimpuh atau berlutut dalam satu baris yang rapat. Jumlah penari harus selalu ganjil, paling sedikit tujuh orang, bahkan dapat mencapai puluhan hingga ratusan orang. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pemandu yang disebut Syekh, dan syair-syairnya dinyanyikan langsung oleh para penari dalam bahasa Gayo.
Keunikan Tari Saman terletak pada penampilannya yang tidak menggunakan alat musik. Keserasian gerak hanya dihasilkan oleh suara penari serta tepukan tangan yang dipadukan dengan tepukan ke dada dan paha. Beberapa ragam geraknya yang khas antara lain guncang, kirep, lingang, dan surang-saring. Para penari mengenakan pakaian adat yang dibordir dengan motif tradisional Gayo yang penuh dengan simbol-simbol alam dan nilai luhur.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。







