📅 2026.05.09 · Sabtu
Praktik Open Dumping dan Pembangunan PSEL di Indonesia
全国TPAの66%、APBD配分はわずか1%——6月着工の5基のPSELが、インドネシアのごみ処理問題を変える転機となるか?
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Berapa persen tempat pemrosesan akhir di Indonesia yang masih menggunakan sistem open dumping saat ini?
- Mengapa banyak pemerintah daerah kesulitan mengelola sampah dengan baik?
- Apa kepanjangan dari PSEL dan kapan pembangunan lima fasilitas tersebut akan dimulai?
- Sebutkan lima lokasi pembangunan PSEL serta kapasitas pengolahan sampah harian PSEL di Kabupaten Bekasi!
- Menurut Anda, langkah apa yang paling efektif untuk mengurangi praktik open dumping di Indonesia? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Praktik Open Dumping dan Pembangunan PSEL di Indonesia
Laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup
Pada awal bulan Mei tahun dua ribu dua puluh enam, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan bahwa praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping masih marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, sekitar enam puluh enam persen tempat pemrosesan akhir atau TPA di seluruh negeri masih menggunakan sistem tersebut. Pemerintah pusat sedang menyiapkan langkah strategis untuk menghentikan praktik ini dan menggantinya dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Tujuan utamanya adalah mengurangi pencemaran lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.
Pertama, persoalan utama yang dihadapi oleh pemerintah daerah adalah keterbatasan anggaran. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD untuk pengelolaan sampah rata-rata hanya satu persen. Bahkan, sebagian daerah mengalokasikan kurang dari angka tersebut, sehingga kapasitas pengelolaan menjadi sangat terbatas. Akibatnya, banyak TPA tidak dapat dikelola sesuai standar lingkungan yang berlaku, sehingga mencemari tanah, air, dan udara di sekitarnya.
Kedua, sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan memulai pembangunan lima fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL pada bulan Juni tahun ini. Lima lokasi tersebut adalah Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya. Khusus PSEL di Kabupaten Bekasi, fasilitas tersebut direncanakan mampu mengolah seribu lima ratus ton sampah setiap hari. Sampah yang diolah akan diubah menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi sampah sekaligus menambah pasokan listrik.
Ketiga, pemerintah menargetkan agar seluruh praktik open dumping di Indonesia dapat dihentikan sepenuhnya pada tahun ini juga. Untuk mencapai target tersebut, kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Selain pembangunan PSEL, masyarakat juga didorong untuk memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya. Pemilahan sejak dari rumah dapat secara langsung mengurangi beban TPA yang sudah hampir penuh. Pemerintah berharap perubahan budaya pengelolaan sampah ini menjadi titik balik bagi Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih.
Disadur dari Kompas.com
ここまでが Step 2 までの公開エリアです。下にパスワードを入力すると一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。








