📅 2026.05.14 · Kamis
Pelestarian Wastra Nusantara
インドネシアの伝統織物 wastra は UNESCO 認定の文化遺産。職人の世代交代が途絶える危機、1〜2 decade で消える可能性も——?
🎧 Step 1 · Dengarkan
まずは音声を聞いてみよう
2回聞いた後、原文を見ずに2分間で要約を口頭発表してから
下の質問に挑戦してみてください。
🔁 ×2 推奨
❓ Step 2 · Pertanyaan
- Apa yang dimaksud dengan istilah wastra Nusantara menurut teks?
- Mengapa keterampilan menenun dan membuat motif tradisional rentan hilang dalam satu hingga dua dekade mendatang?
- Sebutkan dua contoh upaya pelestarian wastra yang disebutkan dalam teks!
- Pada tanggal dan tahun berapa batik Indonesia diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, dan berapa jumlah kain yang dipamerkan dalam pameran tahun dua ribu dua puluh lima?
- Menurut Anda, langkah konkret apa yang paling efektif untuk menarik minat generasi muda agar mau menjadi perajin wastra tradisional? Jelaskan pendapat Anda dalam dua menit!
Pelestarian Wastra Nusantara
Sebuah laporan dari Jakarta — kebudayaan
Wastra Nusantara, istilah yang merujuk pada kain tradisional Indonesia, bukan sekadar produk tekstil melainkan medium yang menyimpan nilai budaya, spiritual, dan sosial masyarakat kepulauan. Sejak dahulu, kain seperti batik, tenun, dan songket memuat motif yang mencerminkan kosmologi, hierarki sosial, dan kepercayaan komunitas yang memproduksinya. Pada tanggal dua Oktober dua ribu sembilan, batik Indonesia diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, sebuah pengakuan yang menempatkan kain tersebut sejajar dengan warisan kebudayaan besar lain di dunia.
Meskipun pengakuan internasional telah diperoleh, persoalan pelestarian wastra tradisional di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural. Tantangan utama adalah regenerasi perajin. Keterampilan menenun, mencanting batik, dan menyusun motif lazimnya diwariskan secara lisan dari ibu kepada anak gadis melalui pengamatan dan praktik langsung, tanpa pencatatan tertulis yang sistematis. Akibatnya, ketika generasi tua berkurang dan generasi muda enggan melanjutkan profesi tersebut karena alasan ekonomi, ada risiko nyata bahwa motif-motif kuno serta teknik pewarnaan alami akan hilang dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Upaya pelestarian terus dilakukan melalui pameran, pendidikan, dan inisiatif komunitas. Salah satu contohnya adalah pameran bertajuk “Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara” yang digelar pada bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh lima, menampilkan lima puluh kain pilihan, termasuk tenun langka dari Pulau Bali. Selain itu, perajin songket di Palembang, Sumatra Selatan, mengembangkan kain tradisional tersebut sebagai komoditas yang mampu menembus pasar global, membuktikan bahwa nilai tradisi dapat berjalan beriringan dengan permintaan pasar modern.
Pelestarian wastra menuntut keterlibatan banyak pihak: pemerintah, perajin, akademisi, serta konsumen. Tanpa kebijakan perlindungan motif, dukungan akses bahan baku, dan apresiasi pasar dalam negeri, kekayaan kain Nusantara terancam menjadi sekadar catatan museum.
*Disadur dari Kompas.com
Disadur dari Kompas.com
ここから先は JLC 会員限定エリアです。下にパスワードを入力すると、一文ごとの徹底解説・確認クイズ・単語テストに進めます。







