No. 01-

play_circle_filled
pause_circle_filled
音声を聞いてメモする(上級者向け)
save_alt
volume_down
volume_up
volume_off

読解で解く(クリック)
Sidak Harimau ”Juve” Berujung Dorong Revitalisasi Ragunan


  Inspeksi mendadak atau sidak dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta dan Animal Defender Indonesia, Rabu (21/12/2022), ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, untuk melihat kondisi harimau bernama Juve. Juve yang sempat viral karena disebut kurus itu ternyata sakit. Sidak ini sekaligus menghasilkan usul rekomendasi terkait dengan revitalisasi kebun binatang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. Dokter hewan Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Nanda Faisal, menjelaskan, kondisi harimau benggala jantan, Juve, telah membaik pascasakit selama satu minggu. Kondisi Juve menyabet perhatian publik berkat unggahan di Instagram oleh akun @doniherdaru, Jumat (16/12/2022) lalu. Harimau ini ternyata mengalami sakit infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing ini disebabkan oleh bakteri dari lingkungan tempat tinggalnya. ”Obatnya kami masukkan melalui makanan. Adapun porsi makanannya tidak berubah, yaitu satu kali sehari dengan sekali makan bisa menghabiskan empat kilo daging ayam dan sapi,” katanya.

 Harimau berusia 16 tahun ini memang tidak terlihat berisi atau gemuk. Menurut Nanda, hasil penilaian skor kondisi badan atau body condition score Juve berada di angka 3 dari 5. Angka ini tergolong normal karena 4 termasuk kelebihan berat badan dan 5 menunjukkan obesitas. ”Berat badannya di kisaran 160-170 kilogram. Ini normal untuk harimau yang sudah cukup tua. Di alam liar, harimau benggala bisa hidup hingga 15 tahun. Namun, jika ia dirawat dan memiliki pola makan teratur, bisa hidup hingga 20 tahun,” kata Nanda. Adapun tubuh bagian belakang Juve terlihat lebih kurus karena kelainan Hip dysplasia yang menyebabkan perkembangan tidak normal pada satu atau dua sendi di pinggul. Nanda menuturkan, hal ini baru diketahui beberapa tahun belakangan. Operasi dinilai bukan solusi yang efektif mengingat usia yang sudah tua dan dampak pascaoperasi yang akan membuat Juve tidak nyaman.

Saat ini, Juve sedang dalam tahap pemulihan. Di dalam kandangnya, ia dua kali mengaum ketika didatangi banyak orang. Ia berputar-putar dengan langkah pelan di kandang peraga yang terbuka sembari berguling di kubangan air. Doni Herdaru Tona dari Animal Defenders Indonesia menilai, kandang Juve tidak layak karena sempit dan tidak mirip dengan habitat aslinya. ”Kandang peraga tadi sempit, diameternya hanya sekitar 10 meter. Juve hanya bisa berputar-putar saja. Kita bisa melihat kebutuhan hewan-hewan ini tidak terpenuhi dari segi penyediaan kandang,” kata Doni.

Doni menegaskan perlunya perbaikan dan revitalisasi TMR. Berkaca dari kandang Juve, ia menilai, kelayakan dan pemeliharaan kandang hewan perlu ditingkatkan. Seperti yang terjadi di kandang beruang madu. Terdapat batang pohon di kandangnya, tetapi tidak cukup kokoh dan tinggi untuk dipanjat oleh beruang madu. Padahal, di habitat aslinya, beruang madu juga hidup di atas pohon. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengunjung. Hal ini berangkat dari salah satu aduan masyarakat yang merekam sosok pengunjung melempar rokok ke kandang orangutan. Orangutan tersebut kemudian memungut dan menghisap rokoknya.

”Aspek konservasi dan edukasi harus diperhatikan selama kita mau hewan-hewan itu ada di sini. Sebenarnya, kita mengambil mereka dari habitatnya untuk hadir di tengah-tengah kita. Alangkah baiknya bila kita bisa membuat tempat tinggal yang serupa dengan habitat aslinya,” ujar Doni. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Panji Virgianto Sedyo Setiawan, mengatakan, TMR perlu perbaikan dan revitalisasi secara besar-besaran. Ia berharap TMR bisa dikelola oleh unit mandiri dan tidak di bawah Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar TMR bisa melakukan perubahan dan perbaikan yang signifikan. ”Saya akan bertemu pribadi dengan Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono, memperjuangkan melalui Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, hingga pada tataran rapat kerja DPRD. Terobosan tiga langkah ini diharapkan bisa merealisasikan harapan revitalisasi,” katanya. Pihak TMR juga akan diminta untuk menjelaskan rencana perbaikan dan pembangunan secara detail. Langkah ini akan didorong saat pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta tahun 2023.

    Sumber : https://www.kompas.id/baca/metro/2022/12/21/sidak-harimau-juve-berujung-dorong-revitalisasi-taman-margasatwa-ragunan

トラ「ジュベ」に関する緊急視察・ラグナン再生促進の取り組み

 インドネシアのジャカルタ特別州議会のメンバーやアニマル・ディフェンダーズ・インドネシアが、2022年12月21日(水)に、ジャカルタ南部のラグナン動物園を訪れ、ジュベという名前のトラの状況を視察した。これにより、ジャカルタ州政府が所有する動物園の再生案が生まれた。ラグナン動物園の獣医師であるナンダ・ファイザル氏は、ジュベという名前のオスのベンガルトラの状況が、1週間の病気を経て改善したことを説明した。ジュベは、尿路感染症を患っていたことが判明した。この感染症は、その生息環境からの細菌が原因である。 「薬は食物に混ぜて与えています。1日1回の食事で、4キロの鶏肉と牛肉を食べる量は変わっていません」と彼は語った。

 この16歳のトラは、太っているわけではない。ナンダ氏によると、ジュベの体格スコアは5点中3点であり、これは正常である。4点は肥満であり、5点は肥満症を示す。 「彼の体重は160-170キログラムで、これは年配のトラにとって正常です。野生では、ベンガルトラは最大15年生きますが、世話が行き届いていれば、20年まで生きることができます」とナンダ氏は語った。ジュベの後ろ姿は、股関節の異常発育である股関節形成不全により痩せて見える。ナンダ氏は、これが数年前に判明したことを述べた。手術は、高齢であることや手術後の影響がジュベに不快感を与えることから、効果的な解決策とは考えられていない。

 現在、ジュベは回復段階にある。彼の檻では、たくさんの人々が訪れると2回吠えた。彼は、ゆっくりと歩いて開放的な展示用の檻を回り、水たまりで転がっていた。アニマル・ディフェンダーズ・インドネシアのドニ・ヘルダル・トナ氏は、ジュベの檻が狭く、自然な生息地とはかけ離れていると指摘した。「先ほどの展示用の檻は狭く、直径は約10メートルしかありません。ジュベはただぐるぐる回っているだけです。動物たちのニーズが満たされていないことが、檻の提供面からも明らかです」とドニ氏は語った。

 ドニ氏は、ラグナン動物園の改善と再生が必要であることを強調した。ジュベの檻を見る限り、動物の檻の適切さや管理が改善されるべきだと彼は述べた。例えば、マレーグマの檻では、木の枝があるものの、マレーグマが登るには十分な頑丈さや高さがない。しかし、自然界では、マレーグマは木の上で生活している。さらに、彼は観光客に対する監視の重要性を強調した。これは、ある市民が、檻にたばこを投げ込む観光客を録画し、そのオランウータンが拾って吸う様子を収めたことから始まった。

 「動物たちがここにいる限り、保全と教育の側面に注意を払わなければなりません。実際、私たちは彼らを自然界から引き離し、私たちの間に連れてきています。できるだけ彼らの自然な生息地に似た環境を作ることが望ましいでしょう」とドニ氏は述べた。ジャカルタ特別州議会のD委員会のメンバーであるパンジ・ヴィルギアント・セディオ・セティアワン氏は、ラグナン動物園に大規模な改修と再生が必要であることを述べ、動物園が独立したユニットによって運営され、ジャカルタの公園・森林局の下に置かれないことを望んでいる。これにより、動物園は、より重要な変更と改善を実現できるであろう。 「私はジャカルタの代行知事であるヘル・ブディ・ハルトノ氏と個人的に会い、ジャカルタ特別州議会のPDIP派閥を通じて、議会の仕事会議でこの問題を提起するつもりです。この3つのステップによって、リヴァイタリゼーションへの期待が現実になることを願っています」と彼は語った。ラグナン動物園の関係者はまた、改善と開発計画を詳細に説明するよう求められるであろう。この取り組みは、2023年のジャカルタ州政府の地域開発計画(RKPD)の作成時に促進される予定である。